Selasa, 22 Maret 2016

Si_Goblok BERMATEMATIKA DENGAN KETIDAK PASTIAN



  hallo guys kali ini kalian semua yang merasa belum gila pasti muntah baca coretan si goblok ini..hahahahah..
jngan lupa minum obat cacing biar gak cacingan itu otak.. jadi bisa nyerap ketika baca coretan si goblok yang gila ini, supaya jangan langsung di telan..!!!
kali ini coretan si goblok mengotak-atik matematika.

apakah matematika ilmu pasti...??
ini argument si goblok tentang matematika ,,  cek it out....!!!!!!
Hampir dominan mahluk sosial berargument bahwasannya matematika ilmu pasti, padahal banyak kebohongam dan ketidak adilan di dalam dalamnya yang tanpa mereka sadari itu semua..
karena besik matematikanya sudah doktrin bahwa matematika ilmu pasti, doktrin tersebut di injeksikan dikala di dalam dimensi pendidikan...tetapi yang anehnya di dalam doktrin tersebut sang distributor juga mengatakan bahwa ilmu matematika di pakai dalam kehidupan sehari2.
padahal kita semua sadar, di dalam kehidupan sehari2 tang kita jalani semunya itu tidak pasti waktu yang bejalan walau hanya sedetik itu bersifat rahasia tidak ada satu mahlukpun yang mengetahui kejadian sedetik yang akan berlangsung.. tapi kenapa mereka mengatakn matematika ilmu pasti... tenyata sebuah klirunisme yang sudah mendarah daging tanpa kita sadari..
Di dalam konteks matematika 1+1=2 benar kan...???
tetapi dalam kehidupan sehari-hari tidak selamanya hasil 1+1=2..
EX:"satu ayah + satu ibu = bisa 3 anak, bisa 5 anak, bisak 0 anak alias gak punya anak"
apakah itu yang di sebut ilmu pasti yang bisa di terapkan di dalam kehidupan sehari-hari..????(Sojiwo Tejo)
si goblok bilang bahwa matematika bukanlah ilmu pasti  yang tidak rill di dunia nyata.
satu contoh terahir matematika dalam konteks PANCASILA .

Bunyi pasal 33 "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat".

Tetapi kenyataanya,
dari hasil tambang Freeport indonesia hanya mendpat kurang lebih 40% kemudian naik menjadi 48%.
Di mana kepastian dan keadilan matematika yang di katakan di terapkan dalam kehidupann.????

Berbicara pasal 33 dan melihat realita kekinian, membuat jiwa kita geram, realitanya Kemakmuran Rakyat semakin menjauh dari jangkauan. Kemakmuran hanya dimiliki oleh para pemilik modal, kaum elitis, kaum borjuasi dan penguasa politik dan cukongnisme yang menjadi predator pemerkosa keperawan alam rimba ibu pertiwi..!!!!

#si_goblok


Tidak ada komentar:

Posting Komentar